Astudestra Ajengrastrı
29 Mei 2018•Update: 30 Mei 2018
Yusuf Hatip
BRUSSELS
Uni Eropa memperpanjang sanksi-sanksinya kepada rezim Suriah sampai Juni 2019, begitu diumumkan oleh blok tersebut pada Senin.
Melalui sebuah pernyataan, blok menyatakan atas alasan "represi yang terus berlangsung terhadap masyarakat sipil, UE memutuskan untuk meneruskan tindakan pembatasan kepada rezim Suriah dan pendukung-pendukungnya, sejalan dengan strategi UE kepada Suriah".
Dewan Eropa memperbarui informasi dalam daftar sanksi mereka, menurut pernyataan itu.
Dua orang yang telah meninggal dunia dihilangkan dari daftar, lanjutnya.
Daftar yang diperbarui "kini termasuk 259 orang dan 67 entitas yang diberlakukan pelarangan bepergian dan pembekuan aset. Beberapa orang ditambahkan ke dalam daftar karena perannya dalam penggunaan senjata kimia, sama seperti ketika empat orang ditambahkan ke daftar sanksi pada 19 Maret 2018," masih menurut pernyataan itu.
Sanksi-sanksi UE terhadap Suriah saat ini termasuk "embargo minyak, pembatasan investasi tertentu, pembekuan aset bank sentral Suriah yang berada di UE, dan pembatasan ekpor peralatan dan teknologi yang mungkin digunakan untuk aksi represi juga perlengkapan dan teknologi untuk mengawasi atau mengintersepsi saluran komunikasi internet atau telepon," imbuhnya.
Suriah luluh lantak karena perang sipil sejak 11 Maret, ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstran pro-demokrasi dengan kekerasan.
PBB berkata ratusan ribu orang tewas dalam konflik, namun angka korban tewas menurut rezim Suriah mencapai nyaris 10.000 orang.