Muhammad Abdullah Azzam
11 September 2018•Update: 12 September 2018
Yusuf Hatip
BRUSSEL
Uni Eropa mewanti-wanti rezim di Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya, Rusia, terkait serangan udara di Idlib dan Hama yang bakal mengakibatkan bencana kemanusiaan yang mengerikan.
Juru bicara Komisi Uni Eropa, Maja Kocijancic, mengungkapkan kepada koresponden Anadolu Agency bahwa pada kesempatan sebelumnya pihaknya telah mengimbau agar rezim Assad dan Rusia mengakhiri operasi militernya di Idlib.
"Serangan itu akan mengarah pada bencana mengerikan dan penderitaan kemanusiaan," kata Kocijancic.
Kocijancic menuturkan bahwa Uni Eropa masih terus melakukan perbincangan dengan pihak terkait. “Kami terus mendukung inisiatif yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ungkap dia.
Sejak awal bulan, setidaknya 29 warga sipil tewas dan 71 lainnya terluka dalam serangan udara dan serangan oleh pasukan rezim serta pesawat tempur Rusia di Idlib dan Hama, menurut White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil lokal.
Setidaknya 17 orang terluka karena serangan udara yang dilakukan oleh rezim Assad dan pesawat tempur Rusia ke sebuah sekolah dan pangkalan militer kelompok oposisi di provinsi Idlib dan Hama, Suriah utara pada Senin.
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antara mereka melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.
Rezim Assad dan Rusia melancarkan serangan udara dan darat ke Idlib meski wilayah tersebut merupakan zona de-eskalasi di bawah perjanjian Astana yang disepakati pada Mei 2017.
Pada Selasa lalu, kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".