Mohamed Fahd, Mohamed al-Samei
24 Mei 2018•Update: 24 Mei 2018
Mohamed Fahd, Mohamed al-Samei
DOHA/SANAA
Angkatan Laut Uni Emirat Arab pada Rabu menghancurkan dua kapal milik Houthi di Laut Merah.
"Keberadaan dua kapal perang itu mengancam kapal tanker minyak komersial," kata militer UEA dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh kantor berita Abu Dhabi WAM.
"Dua kapal [Houthi] lainnya berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian," jelas mereka.
UEA adalah anggota dari koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang dihimpun bersama pada 2015 untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman - termasuk ibu kota Sanaa - sejak 2014.
Pada Rabu, militer Yaman mengumumkan bahwa mereka telah menguasai beberapa pos Houthi di utara Provinsi Al-Jawf, Yaman.
"Militer telah mengambil alih wilayah pegunungan Amhur yang strategis, sehingga menghambat jalur pasokan Houthi," ungkap Brigadir Jenderal Angkatan Darat Hadi al-Geidi.
Saat ini, pasukan Angkatan Darat telah bergerak menuju distrik Bart Al-Anan, Al-Jawf.
Al-Geidi mengungkapkan bahwa setidaknya 15 gerilyawan Houthi tewas dalam pertempuran itu, dan pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi telah menyerang sejumlah pos pemberontak, termasuk sejumlah kendaraan lapis baja dan rumah sakit.
Hingga saat ini, pejabat Houthi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai klaim UEA tersebut.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arabnya melancarkan kampanye militer untuk menggempur kekuasaan Houthi di Yaman.