Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Direktur Twitter Jack Dorsey mengatakan media sosial itu akan melarang semua bentuk iklan politik secara global mulai 22 November.
"Kami percaya jangkauan pesan politik seharusnya diperoleh, bukan dibeli," tulis Dorsey di Twitter, Rabu.
Dia menambahkan bahwa perubahan akan mempengaruhi para kandidat dan iklan yang telah ditayangkan.
"Sementara periklanan internet sangat kuat dan sangat efektif untuk iklan komersial, kekuatan itu membawa risiko signifikan bagi politik, di mana ia dapat digunakan untuk mempengaruhi suara yang mempengaruhi kehidupan jutaan orang," tambah dia.
Dorsey menekankan bahwa iklan politik daring menghadirkan tantangan yang sepenuhnya baru untuk wacana kewarganegaraan.
"Semua ada pada kecepatan yang meningkat,kecanggihan dan skala luar biasa," ujar dia.
Dorsey mengatakan bahwa keputusan ini mungkin dianggap menguntungkan petahana, tapi pada kenyataannya banyak gerakan sosial mencapai skala besar tanpa iklan politik.
"Ini bukan tentang kebebasan berekspresi. Ini tentang membayar untuk mencapai sesuatu," tegas dia.
Dorsey menambahkan bahwa membayar untuk meningkatkan jangkauan pidato politik memiliki konsekuensi signifikan yang tidak siap ditangani oleh infrastruktur demokratis saat ini.
Dia menyampaikan bahwa versi final akan diumumkan kepada publik pada 15 November dan kebijakan baru itu akan diberlakukan pada 22 November untuk memberikan waktu kepada pengiklan sebelum perubahan ini berlaku.