Dunia

Turki serukan persatuan untuk ringankan penderitaan umat Islam

OKI harus bertindak sebagai satu tubuh untuk membantu melindungi hak-hak komunitas Muslim di seluruh dunia, kata Menlu Turki Cavusoglu

Ekip  | 23.03.2022 - Update : 24.03.2022
Turki serukan persatuan untuk ringankan penderitaan umat Islam Menlu Turki Mevlut Cavusoglu (Foto file -Anadolu Agency)

ISLAMABAD

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa menyerukan upaya kolektif untuk melindungi hak-hak umat Islam dan meringankan penderitaan yang mereka hadapi di seluruh dunia, termasuk di Palestina, Kashmir, dan Siprus.

Berbicara pada pertemuan para menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Islamabad, Cavusoglu menyoroti serangkaian masalah yang memanas mulai dari Islamofobia hingga penderitaan Muslim Uyghur dan perang di Ukraina hingga konflik Palestina.

Menlu Turki mengatakan OKI didirikan untuk tujuan bersama, dan hanya ketika blok Muslim bertindak sebagai satu tubuh yang membantu melindungi hak-hak komunitas Muslim yang ditaklukkan di berbagai belahan dunia.

Ini adalah perang, teror, rasa sakit, dan penderitaan yang muncul dari pendudukan tujuh dekade Yerusalem, kata Cavusoglu.

Dia juga mengatakan Muslim Turki di Siprus telah ditolak hak-hak fundamentalnya selama lima dekade, serta "saudara Muslim" di Kashmir yang dikuasai India.

Turut merasakan penderitaan Muslim Uyghur di provinsi Xinjiang China, Cavusoglu mengatakan komunitas Muslim yang dianiaya tidak boleh dibiarkan sendirian hanya karena "kalian memiliki perbedaan dengan Turki."

"Orang Turki Uyghur di China dan Muslim lainnya mengalami kesulitan dalam melindungi identitas dan hak budaya mereka," tutur dia.

Mengutip sabda Nabi Muhammad yang menyerukan persatuan di antara umat Islam, dia mengatakan penderitaan Muslim Uyghur dan Muslim Turki di Siprus tidak boleh diabaikan hanya karena "Anda memiliki hubungan baik dengan negara itu," mengacu pada hubungan baik antara China dan beberapa negara Muslim, termasuk Pakistan.

"Kami tidak ingin Anda merusak hubungan Anda dengan negara itu. Tetapi Anda harus menggunakan hubungan baik ini untuk memperbaiki situasi di mana komunitas Uyghur hidup," ujar dia.

Juga menyebutkan larangan jilbab baru-baru ini di beberapa negara bagian India, Cavusoglu menyesalkan bahwa wanita Muslim tidak diberikan hak untuk menutupi kepala mereka.

 Islamofobia dan perang di Ukraina

Menlu Turki mengatakan Islamofobia sedang meningkat di Eropa.

Mengacu pada laporan rasis tentang pengungsi dari Timur Tengah dan Afghanistan selama perang yang sedang berlangsung di Ukraina, Cavusoglu mengatakan perang Rusia di tetangganya telah mengungkapkan standar ganda di seluruh dunia sementara konflik di Libya, Suriah, dan Yaman terus berlanjut selama bertahun-tahun.

"Bagi kami, darah di Kharkiv (Ukraina) dan darah di Aleppo (Suriah) adalah sama karena inilah yang dibutuhkan peradaban kami," tutur dia.

Perang yang sedang berlangsung di Eropa, lanjut dia, mempengaruhi semua orang. "Ini adalah periode di mana nilai-nilai etika sedang diserang."

Cavusoglu mendesak otokritik untuk memecahkan masalah Muslim di seluruh dunia.

"Siapa yang bertanggung jawab atas kondisi umat Islam saat ini? Menyalahkan orang lain untuk itu sangat mudah tetapi itu tidak akan membantu. Hari ini, kita harus mengkritik diri sendiri, dan mencoba melihat bagaimana kita bisa memperbaiki diri sendiri," tukas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.