Maria Elisa Hospita
19 Februari 2020•Update: 19 Februari 2020
Sibel Morrow
ANKARA
Juru bicara kepresidenan Turki mengatakan kebijakan Ankara di Provinsi Idlib, Suriah, didasarkan pada kesepakatan Sochi yang dicapai dengan Rusia pada 2018.
"Kembali ke kesepakatan Sochi adalah dasar kebijakan Turki untuk Idlib," kata Ibrahim Kalin usai rapat kabinet di Ankara.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin menandatangani kesepakatan pada 17 September 2018, di mana kedua belah pihak sepakat membentuk zona demiliterisasi di Idlib.
Sesaat setelah kesepakatan itu, rezim Bashar al-Assad dan Rusia menghentikan serangan mereka dan hampir 80.000 warga Suriah yang mengungsi kembali ke rumah mereka.
Namun, serangan berlanjut beberapa hari kemudian. Akibatnya, lebih dari 1.800 warga sipil tewas karena serangan artileri dan serangan udara.
Kalin menegaskan bahwa Ankara akan melanjutkan dukungan militer untuk melindungi warga sipil di Idlib.
Dia memperingatkan Turki akan menanggapi tegas setiap serangan ke tentara Turki "seperti yang dilakukan Turki dalam beberapa minggu terakhir".