Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Februari 2020•Update: 20 Februari 2020
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Selasa menawarkan upaya perdamaian kepada Taliban, tak lama setelah memenangkan masa jabatan kedua.
Ghani memeluk para pendukungnya di Istana Arg yang dijaga ketat di ibu kota Kabul setelah hasil pemilihan yang ditunggu-tunggu diumumkan.
"Tangan pemerintah terbuka untuk Taliban dan kelompok lain. Kami menginginkan perdamaian dan perdamaian berkelanjutan. Dan, Insya Allah tim ini akan membawa perdamaian ke Afghanistan," kata mantan ekonom Bank Dunia berusia 70 tahun itu.
Sebelumnya pada Selasa, Hava Alam Nuristani, ketua komisi pemilihan, mengatakan bahwa Ghani telah meraih suara minimum yang dibutuhkan, yaitu lebih 50 persen, untuk mengamankan jabatan tertinggi di negara itu.
Ghani menang setelah unggul dengan suara 50,64 persen, tidak menyisakan ruang untuk pemilihan putaran kedua.
Saingan utamanya, Ketua Eksekutif Abdullah Abdullah, berada di urutan kedua dengan 39,5 persen suara dan pemimpin veteran Mujahidin, Gulbuddin Hekmatyar, memperoleh 3,8 persen suara.
Kedua kandidat saingan politik Ghani itu menolak hasil awal pemilu.
Abdullah menyebut hasil itu ilegal, kudeta terhadap demokrasi dan pengkhianatan nasional.
Dia mengumumkan akan membentuk pemerintah paralel yang dijuluki sebagai "pemerintahan inklusif" dan menyatakan tim Perdamaian dan Stabilitasnya sebagai pemenang.