Maria Elisa Hospita
03 September 2019•Update: 04 September 2019
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Turki menegaskan kembali dukungannya untuk proses perdamaian di Kolombia menyusul pengumuman perlucutan senjata baru-baru ini oleh mantan komandan FARC.
"Turki menyambut baik perjanjian damai yang ditandatangani pada 2016 antara pemerintah Kolombia dan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Turki sejak awal berkontribusi pada proses perdamaian yang diimplementasikan berdasarkan perjanjian ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan.
Aksoy mengatakan dia berharap agar "perselisihan" antara Kolombia dan FARC akan diselesaikan sesuai dengan perjanjian damai.
"Dukungan kami untuk proses perdamaian di Kolombia akan terus berlanjut," kata dia lagi.
Pekan lalu, Ivan Marquez, mantan komandan FARC, mengumumkan perlucutan senjata kelompok pemberontak dalam sebuah pesan video.
Marquez, yang menghilang selama lebih dari setahun, beserta 20 eks gerilyawan senjata lainnya muncul kembali lewat video itu.
Kolombia dan FARC mencapai kesepakatan damai pada November 2016, mengakhiri konflik antara kedua belah pihak yang telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun.