Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Juni 2020•Update: 09 Juni 2020
Dilara Hamit, Havva Kara Aydin
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengatakan Turki dan Amerika Serikat sedang mendekati era baru hubungan dalam penanganan situasi di Libya.
"Sebuah era baru dapat dimulai dalam hubungan bilateral terkait proses transisi di Libya," kata Erdogan kepada media nasional TRT segera setelah panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
Dia menekankan bahwa Turki mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB melawan pemberontak Khalifa Haftar dan mereka yang mendukungnya.
Mengutip keuntungan strategis pasukan Libya di medan perang, dia mengatakan Haftar akan dikecualikan dari solusi politik apa pun di Libya.
Erdogan juga mengatakan dia akan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang klaim Moskow bahwa mereka tidak menempatkan tentara di Libya.
Dia menambahkan bahwa semua kekuatan Haftar berasal dari Rusia.
Libya telah dilanda perang saudara sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Khaddafi pada 2011.
Pemerintah baru Libya didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan panglima perang Khalifa Haftar.
Erdogan juga menekankan bahwa sejauh ini, hal-hal telah berjalan dengan baik di Idlib, Suriah, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Maret, tetapi beberapa perjanjian yang dicapai oleh Ankara dan Moskow belum ditaati dan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Rezim Bashar al-Assad.