Muhammad Nazarudin Latief
27 Mei 2019•Update: 27 Mei 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Singapura berharap China dan Amerika Serikat dapat mengembangkan hubungan berdasarkan "coopetition", yaitu prinsip bekerja sama dalam bidang yang saling menguntungkan namun di saat bersamaan juga bersaing, kata Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat.
Menurut dia seperti dilansir Channel News Asia, eskalasi ketegangan perdagangan antara dua kubu ini sudah "mengkhawatirkan", karena mereka memainkan "peran yang sangat diperlukan dalam memastikan perdamaian dan stabilitas, dan untuk mengatasi tantangan global".
Heng berbicara di Akademi Kepemimpinan Eksekutif China Pudong (CELAP) pada Minggu.
“Hubungan China-AS adalah hubungan bilateral paling penting di dunia. Persaingan tidak bisa dihindari, karena setiap negara berusaha melindungi kepentingannya dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya, "katanya.
"Persaingan bisa konstruktif jika dikelola dengan baik, karena dapat memacu inovasi dan mendorong kemajuan. Di sisi lain, persaingan dapat mengganggu jika merosot menjadi konflik."
Dalam pidatonya, Heng menyoroti tiga perubahan struktural global yaitu penurunan dukungan untuk globalisasi dan kebangkitan proteksionisme di seluruh dunia. Persoalan ini muncul dari perasaan bahwa hasil-hasil globalisasi belum merata ke seluruh dunia.
Berikutnya adalah masalah kemajuan teknologi yang dapat membuat banyak pekerjaan dan keterampilan pekerja tidak bisa digunakan. Kemudian adalah perubahan demografis, seperti populasi yang menua.
Pergeseran struktural ini memiliki implikasi mendalam bagi dunia, kata Heng.
Menanggapi perubahan ini, dia menawarkan tiga prinsip tata kelola, yang harus didasarkan pada nilai-nilai bersama masyarakat.
Dia mencontohkan kehidupan di Singapura yang menurutnya berkomitmen terhadap keterbukaan, keselarasan terhadap multi-budaya, multi-rasialisme, masyarakat multi-agama, dan harmoni.
Selain itu semangat penentuan nasib sendiri dan ketahanan, integritas, serta kepedulian kami terhadap satu sama lain dan tanggung jawab.
Heng mengutip tiga prinsip tata kelola - mengambil pendekatan adaptif terhadap perubahan; berani dalam perencanaan jangka panjang; dan cenderung memperkuat kerja sama internasional.
Pada Minggu, Heng juga bertemu dengan Wakil Presiden Eksekutif CELAP Cao Wenze dan Wakil Presiden Zheng Jinzhou. CELAP adalah salah satu sekolah partai elite di China dan telah melatih lebih dari 100.000 kader Partai Komunis sejak didirikan pada 2005.
CELAP dan juga telah melakukan pertukaran dengan Singapore's Civil Service College.
Heng menambahkan bahwa China dan Singapura telah “berbagi persahabatan yang telah lama dan erat dibangun di atas rasa saling percaya".
Kedua negara akan memperingati 30 tahun hubungan diplomatik tahun depan, “Singapura akan terus mencari lebih banyak cara untuk memperkuat kerja sama dan hubungan bilateral.”