Dunia

Trump undang Netanyahu, rivalnya bahas rencana “perdamaian” Yerusalem

Sementara itu Gedung Putih belum mengumumkan undangan apa pun yang ditujukan kepada pejabat Palestina

Hayatı Nupus   | 24.01.2020
Trump undang Netanyahu, rivalnya bahas rencana “perdamaian” Yerusalem Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto file - Anadolu Agency)

Washington DC

Michael Hernandez

WASHINGTON 

Presiden AS Donald Trump mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rival politiknya ke Washington pekan depan, ujar Gedung Putih pada Kamis.

Trump akan menjamu Netanyahu dan Benny Gantz di Gedung Putih pada 28 Januari, kata juru bicara Stephanie Grisham.

Pengumuman itu dikeluarkan beberapa menit setelah Wakil Presiden AS Mike Pence di Israel mengatakan bahwa Trump mengundang para pemimpin politik negara itu untuk membahas “prospek perdamaian di Tanah Suci.”

Laporan media Israel Kamis lalu menyebutkan bahwa pemerintah Trump tengah mempersiapkan peluncuran rencana perdamaian Palestina-Israel “kesepakatan abad ini” pekan depan.

Sementara itu Gedung Putih belum mengumumkan undangan apa pun yang ditujukan kepada pejabat Palestina.

Hubungan AS dan Palestina menjadi dingin sejak Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

Channel 12 Israel menyebutkan rencana Trump akan mengakui hampir seluruh pemukiman di Tepi Barat yang diduduki sebagai kedaulatan Israel, meski ilegal menurut hukum internasional.

Rencana itu sekaligus memindahkan perbatasan Israel yang diakui AS jauh lebih ke timur, memasuki wilayah Palestina.

Perluasan itu sekaligus pengakuan kedaulatan Israel atas seluruh Yerusalem, yang Palestina targetkan sebagai ibu kota negara masa depan.

Rencana itu juga akan sekaligus mengakui demiliterisasi Palestina kelak.

Meski begitu, para pejabat Palestina tak akan menerima rencana itu, yang Channel 12 sebut akan menuntut perlucutan senjata Hamas dan pengakuan Palestina atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Trump berupaya mengelak dengan mengatakan bahwa, “Laporan tentang perincian dan waktu rencana perdamaian yang kita pegang erat itu murni spekulatif.”

Jika benar terjadi pekan depan, rencana itu bersamaan dengan persidangan Senat AS soal impeachment Trump.

Juga bersamaan dengan Knesset Israel yang memberikan suara tentang kekebalan Netanyahu dalam tiga kasus korupsi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın