Hakan Çopur, Kasım İleri
29 November 2017•Update: 30 November 2017
Hakan Çopur, Kasım İleri
WASHINGTON
Sejak mulai menjabat pada 20 Januari sampai dengan November, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah melakukan transaksi penjualan senjata sebesar USD 49 miliar.
Menurut data yang diperoleh dari laporan kesepakatan militer di Kongres AS, Trump menjadi salah satu Presiden yang melakukan penjualan senjata terbanyak dalam beberapa periode terakhir.
Dengan jumlah penjualan persenjataan sebesar USD 49 juta ke berbagai negara selama Januari-November, AS di bawah kepemimpinan Trump mencapai salah satu nilai penjualan senjata tertingginya dalam beberapa periode terakhir.
Tahun lalu penjualan senjata AS tercatat sebesar USD 33 miliar, dengan peningkatan yang terjadi tahun ini, pemerintahan Trump dinilai lebih bersemangat dalam hal penjualan senjata dibandingkan pemimpin-pemimpin AS sebelumnya.
Negara yang paling banyak membeli persenjataan dari AS dalam satu waktu selama periode Trump adalah Kanada. Kanada menandatangani pembelian pesawat perang “FA-18 Super Hornet” senilai USD 5,2 miliar pada September lalu.
Posisi kedua diikuti oleh Bahrain dengan nilai USD 3,9 miliar dalam beberapa kali pembelian.
Arab Saudi menyusul Bahrain dengan pembelian persenjataan sebesar USD 3,6 miliar dari AS sejak 23 Januari tahun ini.
Kesepakatan investasi militer sebesar USD 110 miliar yang dikabarkan media saat kunjungan Trump ke Arab Saudi masih belum terlihat dalam data Badan Kerjasama Pertahanan AS.
Rancangan kesepakatan tersebut dikabarkan akan menjadi sebuah kesepakatan dan dipaparkan ke otoritas terkait di AS setelah semua topik di dalamnya dirundingkan.
Inggris termasuk di antara negara dengan pembelian persenjataan tertinggi dari AS setelah Arab Saudi. Inggris membeli persenjataan senilai USD 3,2 miliar dari Washington tahun ini.
Inggris diikuti oleh Uni Emirat Arab (BAE) dengan pembelian persenjataan dari AS sebesar 3,04 miliar. Sementara itu, Taiwan dan Israel juga termasuk di antara negara-negara yang membeli persenjataan terbanyak selama periode Trump dengan nilai mendekati USD 1 miliar.
Di sisi lain, menurut data Kongres, mantan Presiden AS Barack Obama melakukan transaksi penjualan senjata senilai USD 277 miliar selama delapan tahun menjabat, dengan rata-rata USD 35 miliar per tahun.
Selama periode Obama, AS melakukan penjualan senjata senilai USD 32 miliar pada tahun 2009, USD 22 miliar pada 2010, USD 27 miliar pada 2011, USD 67 miliar pada 2012, USD 24 miliar pada 2013, USD 32 miliar pada 2014, USD 40 miliar pada 2015 dan USD 33 miliar pada 2016 .
Dengan total transaksi penjualan senjata sebesar USD 277 miliar, Obama menjadi presiden yang melakukan penjualan senjata terbesar di AS sejak Perang Dunia II.