Maria Elisa Hospita
17 Oktober 2019•Update: 18 Oktober 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Operasi Mata Air Perdamaian Turki yang sedang berlangsung di timur laut Suriah bukan masalah negaranya.
"Saya melihat situasi di perbatasan Turki dengan Suriah sangat strategis untuk Amerika Serikat. Prajurit kita berada di luar sana," ujar Trump, kepada wartawan di Ruang Oval.
Trump juga mengatakan operasi Turki harus ditangani antara Turki dan rezim Suriah.
Mengenai keputusan penarikan pasukan Amerika dari Suriah, presiden mengatakan bahwa YPG/PKK "bukan malaikat".
Pernyataan itu disampaikan jelang kunjungan Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Ankara untuk menemui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai perantara gencatan senjata di Suriah.
Erdogan, bagaimanapun, telah menolak tawaran untuk "mediasi".
"Sepanjang sejarah kami, Republik Turki tidak pernah dan tidak akan duduk satu meja dengan kelompok-kelompok teroris. Kami tidak mencari mediator untuk itu," tandas dia.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dari unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Turki memandang kelompok teroris PKK dan cabangnya, YPG/PYD, sebagai ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.