Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 November 2018•Update: 28 November 2018
Ovunc Kutlu
ANKARA
Presiden AS Donald Trump meningkatkan tensi pada hubungan yang sudah tegang antara dua negara ekonomi terbesar di dunia dengan mengeluarkan ancaman tarif terhadap China hanya beberapa hari sebelum pertemuan G20.
Pemerintahan Trump siap menaikkan tarif atas USD200 miliar barang yang diimpor dari China hingga 25 persen, dari 10 persen pada 1 Januari, katanya kepada Wall Street Journal pada Senin.
Dia mengatakan sangat tidak mungkin untuk menahan kenaikan tarif.
Sang presiden menekankan jika perundingan perdagangan AS-China tidak menguntungkan bagi Washington, dia akan memperluas tarif atas lebih banyak barang impor China.
"Jika kita tidak mencapai kesepakatan, maka saya akan menambahkan USD267 miliar," katanya, empat hari sebelum bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Argentina pada KTT G-20 di Buenos Aires.
Pernyataan Trump dapat dengan mudah mengikis kemajuan yang dibuat oleh para pejabat Amerika dan China dalam beberapa minggu terakhir pada hubungan perdagangan bilateral.
Selama KTT, AS diperkirakan akan menandatangani kesepakatan perdagangan dengan negar-negara tetangganya, yang sekarang dikenal sebagai Perjanjian AS-Meksiko-Kanada, setelah Trump mengakhiri Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara pada Agustus.
Dia menggunakan ancaman untuk membawa Meksiko dan Kanada ke meja perundingan dan mengatakan bahwa dia juga bisa menerapkan tarif pada negara-negara Uni Eropa dalam hubungan perdagangan.
"Kebetulan saya adalah orang yang menyukai tarif," katanya kepada surat kabar tersebut.
Pendekatannya bisa merugikan perusahaan paling berharga di dunia, Apple, sementara sejumlah perusahaan AS sedang mempertimbangkan untuk memindahkan pabrik dari China dan kembali ke rumah.
“Saya sarankan agar mereka membangun pabrik di Amerika Serikat dan membuat produknya di sini. Mereka memiliki banyak alternatif lain," kata Trump.
Dia menyarankan perluasan tarif hingga ke iPhone dan laptop yang diimpor dari China.
"Mungkin. Mungkin. Tergantung berapa tarifnya. Maksud saya, saya bisa saja menetapkan 10 persen dan orang-orang dapat bertahan dengan sangat mudah,” ujarnya.
Trump juga membidik Organisasi Perdagangan Dunia dan mengatakan badan pengatur perdagangan internasional itu benar-benar tidak adil kepada AS.
"Mereka harus mengubah cara mereka," imbuhnya.
Trump juga melihat peningkatan nilai dolar Amerika sebagai ancaman terhadap tujuannya untuk menurunkan defisit perdagangan AS.
Dia juga mengecam Federal Reserve, mengatakan bahwa saat ini, bank sentral AS itu adalah masalah yang jauh lebih besar daripada China.
Federal Reserve telah meningkatkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini dan berencana untuk menaikkan suku bunga lagi pada Desember.