Turki, Dunia

Turki tingkatkan kerja sama energi dengan China

"Kami bekerja sama dalam penerapan jaringan pintar di Turki," kata Menteri Energi Turki

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 08.07.2019
Turki tingkatkan kerja sama energi dengan China Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kedua dari kanan) dan Presiden China Xi Jinping (kedua dari kiri) menggelar pertemuan di Beijing pada 2 Juli 2019. Pertemuan ini untuk meningkatkan hubungan diplomatik kedua negara. (Volkan Furuncu - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Merve Ozlem Cakir

ANKARA

Turki dan China meningkatkan kerja sama energi melalui sejumlah proyek, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki Fatih Donmez, kepada Anadolu Agency, Senin.

Donmez menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Turki dan China menjalin kerja sama investasi energi yang penting. Salah satu proyek utama adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah dilakukan studi dan laporan kelayakan terperinci selama hampir setahun adalah Perusahaan Nuklir Nasional China.

Pada November 2014, perusahaan pembangkit listrik milik negara Turki, EUAS, Perusahaan Teknologi Tenaga Nuklir China (SNPTC) dan Perusahaan Listrik Westinghouse yang berbasis di Amerika Serikat mengumumkan perjanjian multipihak dalam negosiasi eksklusif untuk mengembangkan dan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir ketiga di Turki.

Pengumuman tersebut disusul dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk pengembangan teknologi nuklir antara Turki dan China pada Juni 2016.

Pada Juni 2018, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki kemungkinan akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir ketiga dengan China.

Baru-baru ini, pada Januari 2019, Kementerian Energi Turki mengumumkan bahwa 32 siswa akan dikirim ke Rusia dan China dalam upaya untuk menyediakan tenaga kerja profesional dan terampil untuk pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

Teknologi smart grid

Bidang kolaborasi lain dilakukan dalam teknologi smart grid, kata Donmez. Perusahaan Jaringan Negara China dan Instalasi Listrik dan Layanan Teknik Turki, yang sudah memiliki perjanjian kerja sama, telah meninjau perjanjian ini dan memperbarui peta jalan.

"Kami mengadakan pertemuan dengan pejabat tingkat tinggi dari Perusahaan Jaringan Negara China," tambah dia.

Agenda dalam diskusi akan mencakup langkah-langkah tambahan untuk mengamankan jaringan yang bisa menjadi rentan terhadap ancaman eksternal, terutama pada titik perangkat lunak.

Dia menekankan bahwa China dan Turki memiliki kesamaan karena keduanya memiliki jarak yang jauh antara sumber daya dan wilayah yang intensif energi.

"Mereka [China] memiliki pengalaman yang cukup dalam mengendalikan jalur transmisi, mengelola muatan listrik dari jarak jauh dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan [untuk distribusi listrik yang efisien], kami akan mendapat manfaat dari mereka," tutur Donmez.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın