25 Februari 2018•Update: 26 Februari 2018
Kyaw Ye Lynn
YANGON, Myanmar
Polisi Myanmar telah memperkuat keamanan menyusul tiga ledakan bom yang mengguncang Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, Sabtu.
Berdasarkan laporan, seorang polisi luka ringan dalam ledakan di dekat kediaman sekretaris pemerintahan setempat Tin Maung Swe.
"Seorang polisi yang menjaga rumah saya terluka. Namun kami tidak ada yang terluka, ledakan itu hanya menyebabkan kerusakan kecil," kata Tin Maung Swe kepada Anadolu Agency melalui telepon.
Polisi melaporkan dua bom kembali meledak di dekat lapangan dan kantor kota.
"Kami belum dapat mengatakan siapa berada di balik ledakan ini," kata petugas kepolisian Aung Myat Soe, kepada Anadolu Agency.
"Keamanan sudah diperketat karena kita tidak ingin masyarakat panik," tambah dia.
Polisi mengatakan penyelidikan atas ledakan tersebut sedang berlangsung.
Sebelumnya, ledakan juga terjadi pada Rabu di sebuah bank di negara bagian timur laut Shan, yang menewaskan dua wanita dan melukai 22 lainnya.
Rohingya, yang disebut PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan meningkat atas serangan yang membunuh puluhan orang pada kekerasan komunal pada 2012.
Menurut PBB, sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, mengungsi dari Myanmar, ketika tentara melancarkan operasi militer atas kaum minoritas tersebut.
Sebagian besar pengungsi berlindung di kamp dekat Cox Bazar, Bangladesh.
Setidaknya 9.000 Rohingya tewas di Rakhine antara 25 Agustus dan 24 September, menurut lembaga Dokter Lintas Batas (MSF).
Dalam sebuah laporan tertanggal 12 Desember, MSF mengatakan 71,7 persen Rohingya atau sekitar 6.700 orang tewas akibat kekerasan. Jumlah tersebut termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.