Pizaro Gozali İdrus
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Thailand pada Selasa memperpanjang masa penahanan pesepakbola pengungsi Bahrain Hakeem Al Araibi untuk 12 hari ke depan, lansir Bangkokpost.
Hakeem Alaraibi, mantan pemain tim nasional Bahrain, ditahan di Bangkok pada pekan lalu dengan dasar pemberitahuan Interpol yang dikeluarkan atas permintaan Bahrain.
Hakeem datang ke Thailand dari Australia untuk berlibur bersama istrinya.
Kepala imigrasi Thailand Surachate Hakparn mengatakan kepada wartawan perpanjangan masa tahanan dilakukan untuk memberikan waktu kepada pihak berwenang memeriksa dokumen yang diajukan Bahrain.
Duta Besar Australia mengatakan kepadanya bahwa Canberra mengingkan Hakeem kembali, kata Surachate.
"Jika ada bukti bahwa surat perintah penangkapan tidak sah ... Maka imigrasi akan memulangkannya ke Australia," tambah Surachate,
Kedutaan Bahrain di Bangkok tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.
Alaraibi mengatakan kepada AFP bahwa dia percaya Bahrain "sangat marah” atas pengakuannya yang mendapatkan siksaan selama dipenjara pemerintah Bahrain.
"Saya merasa tidak enak badan karena saya tidak tahu apa yang terjadi," katanya, seraya menambahkan bahwa dia takut dibunuh jika dikirim kembali ke Bahrain.
Lembaga Hak dan Demokrasi Bahrain mengatakan Hakeem mengalami penyiksaan setelah ditangkap tahun 2012.
Kelompok yang bermarkas di London itu mengatakan Hakeem ditahan pada Selasa di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok atas dasar pemberitahuan Interpol yang dikeluarkan atas permintaan Bahrain.
Dia mengatakan telah menjadi buronan karena dijatuhi hukuman in absentia pada 2014 dengan vonis 10 tahun penjara karena diduga merusak kantor polisi, tuduhan yang telah dibantahnya.
Pada 2014, dia melarikan diri ke Australia, yang akhirnya memberinya suaka politik tahun lalu.
Hakeem sekarang bermain untuk Melbourne Pascoe Vale Football Club.