24 Februari 2018•Update: 25 Februari 2018
Sinan Uslu
ANKARA
Empat warga jompo itu ditemukan di sebuah gudang di sebelah barat laut Afrin, Suriah, Jumat. Dengan tangan terikat, mereka dikelilingi ranjau dan bahan peledak rakitan.
Penemuan tersebut menjadi bukti kekejaman organisasi teroris YPG/PKK yang menculik warga sipil dan menjadikannya sebagai tameng.
Menurut sumber militer, empat warga sipil berusia 80 dan 90 tahun itu ditemukan Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) saat membersihkan Desa Maskah di Racu dari teroris, sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah.
Tim Deteksi dan Penjinak Bom Rakitan dan Pertambangan (METI) melepaskan ranjau dan bahan peledak rakitan.
Warga sipil tersebut kemudian dievakuasi ke tempat aman di kantor polisi perbatasan.
Militer kemudian mengecek rumah-rumah lain di desa tersebut, sebagai bagian dari operasi. Mereka menemukan 12 alat peledak lantas menghancurkannya di wilayah aman.
Berbagai foto kejadian tersebut menjadi bukti bagaimana organisasi teroris menjadikan warga sipil sebagai tameng manusia, dan ingin menyakiti pasukan Turki yang akan datang untuk membantu.
Militer Turki dan FSA membersihkan desa tersebut dari teroris YPG/PKK-Daesh sepanjang hari.
Sejak 20 Januari lalu Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk menumpas YPG/PKK dan teroris Daesh di Afrin.
Menurut Staf Jenderal Turki, operasi bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan sekitarnya, serta mellindungi Suriah dari kekejaman serta penindasan teroris.
Operasi dilakukan di bawah kerangka Turki, berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, dan kedaulatan teritorial Suriah, kata dia.
Afrin menjadi tempat persembunian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012, saat rezim Bashar al-Assad di Suriah meninggalkan kota tersebut ke kelompok teror tanpa perlawanan.