Shukri Hussein, Ali Aweida
28 Juni 2018•Update: 28 Juni 2018
Shukri Hussein, Ali Aweida
MAARIB, Yaman
Sedikitnya 15 tentara tewas di provinsi Al-Hudaydah dan Al-Bayda, Yaman, pada Rabu.
Menurut situs web militer, tujuh tentara tewas saat kendaraan mereka melintasi ladang ranjau di distrik Al Khokha, Al-Hudaydah.
"Kendaraan mereka melintasi ladang ranjau setelah mereka berpatroli di sebuah desa dekat Al-Khokha," kata situs tersebut.
Pekan lalu, pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Saudi melancarkan operasi besar-besaran untuk mengambil alih Al-Hudaydah - dan pelabuhan strategisnya - dari pemberontak Houthi.
Seorang sumber dari militer mengatakan kepada Anadolu Agency pada Rabu bahwa delapan tentara lainnya gugur saat bertempur dengan Houthi di pusat Provinsi Al-Bayda.
Sumber itu mengatakan, pertempuran terjadi saat tentara melancarkan operasi untuk merebut kembali Al-Hudaydah dari kelompok pemberontak. Sejauh ini, tentara telah berhasil mengamankan wilayah Gunung al-Khaliqah.
Yaman yang dilanda kemiskinan telah dirundung konflik sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota Sanaa.
Konflik itu meningkat pada 2015, ketika Arab Saudi dan sekutu Arab-Sunninya melancarkan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk mengalahkan Houthi.
Di tahun-tahun selanjutnya, perundingan damai di Kuwait yang didukung oleh PBB gagal untuk mengakhiri konflik tersebut.
Konflik berkepanjangan itu telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, sehingga mendorong PBB menyebut situasi di Yaman sebagai "salah satu bencana kemanusiaan paling buruk sepanjang sejarah modern".