Muhammad Abdullah Azzam
14 November 2019•Update: 14 November 2019
Sefa Şahin
ANKARA
Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengungkapkan pasukannya masih melanjutkan kegiatan mendeteksi dan menghancurkan ranjau yang ditanam oleh kelompok teroris YPG/PKK di kawasan Suriah utara.
Lewat pernyataan di Twitter, Kementerian Pertahanan Turki menyebut pasukannya masih melanjutkan aktivitas pendeteksian dan penjinakkan bom di kawasan Operasi Mata Air Perdamaian, Suriah utara, untuk memastikan orang-orang Suriah dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.
Tentara Turki akan terus bekerja keras hingga ranjau di wilayah itu dibersihkan semuanya.
Otoritas Turki itu juga membagikan foto-foto yang diambil selama kegiatan pendeteksian dan penjinakkan ranjau di kawasan tersebut.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Ankara menginginkan agar teroris YPG/PKK menarik diri dari wilayah tersebut sehingga zona aman dapat dibentuk untuk membuka jalan bagi pengembalian 2 juta pengungsi secara aman.
Pada 22 Oktober 2019, Erdogan dan Putin mencapai kesepakatan bahwa teroris PKK/YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.