Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
28 Januari 2020•Update: 29 Januari 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan sama sekali ke Provinsi Hubei, pusat penyebaran virus korona di China, dengan meningkatkan peringatan waspada perjalanan ke tingkat empat.
Sebelumnya, pemerintah meminta warga untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke seluruh China dengan memberikan peringatan perjalanan tingkat tiga.
Otoritas kesehatan AS mengatakan pihaknya sedang menyelidiki 110 kemungkinan kasus virus korona baru di 26 negara bagian dan melaporkan bahwa tidak ada kasus baru yang diidentifikasi secara positif.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa jumlah tersebut termasuk lima pasien yang dinyatakan positif dan 32 pasien yang dinyatakan negatif.
"Hasil untuk 73 pasien lainnya masih tertunda," kata lembaga kesehatan itu di situs webnya.
Lima kasus yang dinyatakan positif terdiri dari dua pasien di California dan masing-masing satu di negara bagian Washington, Illinois dan Arizona.
Semua pasien baru saja kembali dari China.
"Walaupun ini adalah ancaman kesehatan masyarakat yang serius, CDC terus meyakini bahwa risiko langsung ke masyarakat umum AS rendah saat ini," kata lembaga itu ketika mengkonfirmasi kasus terbaru di California dan Arizona, Minggu.
Kekhawatiran terhadap penyebaran virus semakin membuat pasar saham AS jatuh.
Presiden Donald Trump berusaha meredakan ketakutan dengan mengatakan melalui Twitter bahwa pejabat kesehatan AS berkomunikasi sangat erat dengan rekan-rekan mereka dari China.
"Sangat sedikit kasus yang dilaporkan di AS, tetapi sangat diawasi. Kami telah menawarkan bantuan yang diperlukan kepada China dan Presiden Xi. Para ahli kami luar biasa!" ujar Trump.
Penyakit pernapasan yang berasal dari Kota Wuhan telah menyebar ke 29 provinsi di China.
Lebih dari 30 kasus lain juga telah dilaporkan di Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Thailand, AS, Singapura, Prancis, Malaysia, Australia dan Vietnam.
Otoritas China pada Minggu mengumumkan rencana untuk memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek, yang semula dijadwalkan berakhir pada 30 Januari, dalam upaya mengurangi pertemuan massal dan mencegah penyebaran penyakit.
Bandara-bandara di seluruh dunia memperketat pemeriksaan terhadap para pelancong dari China dan banyak maskapai menangguhkan penerbangan ke Wuhan.