Muhammad Nazarudin Latief
12 Agustus 2019•Update: 13 Agustus 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar mengatakan bahwa tanah longsor di di Kota Paung, Mon State, pada Jumat, telah menewaskan 55 orang.
Tanah longsor, yang menghancurkan Desa Thayphu Kone, dipicu oleh hujan lebat selama beberapa hari terakhir.
Di Thayphu Kone pada Minggu, tim penyelamat bekerja mati-matian untuk menemukan orang yang selamat karena hujan yang terus mengguyur daerah tersebut, seperti dimuat Myanmar TImes, Senin.
Ma Htay Htay, seorang penduduk desa, mengatakan bahwa dia baru saja berangkat kerja pada Jumat ketika dia mendengar suara bergemuruh di belakangnya. Saat berbalik, dia melihat rumahnya lenyap ditelan lumpur.
Delapan anggota keluarganya hilang. "Saya berdoa keras agar saya melihat mereka hidup, tetapi saya tidak benar-benar memiliki harapan."
“Kami telah menemukan lebih dari 50 jenazah sejauh ini. Desa ini masih ada sekitar 140 penduduk dan banyak yang masih hilang,” ujar U Thaung Shwe, Direktur Departemen Manajemen Bencana negara bagian Mon.
“Mobil yang melewati daerah itu juga terkena tanah longsor, dan banyak korbannya adalah penumpang di dalam kendaraan.”
Di tempat lain, bagian lain dari Negara Mon dilanda banjir, paling parah terjadi di Kota Ya.
Sekitar 20.000 orang diperkirakan mengungsi akibat banjir di negara bagian itu.
Pemerintah negara bagian dan pekerja penyelamat mengatakan mereka sedang mengumpulkan dan mendistribusikan bantuan darurat kepada para korban.
Departemen Meteorologi dan telah memperkirakan hujan lebat akan kembali turun dalam 48 jam ke depan dan sudah mengeluarkan peringatan untuk berhati-hati terhadap angin kencang, tanah longsor dan banjir.
Wakil Presiden U Henry Van Thio, ketua Komite Nasional Penanggulangan Bencana Alam; U Win Myat Aye, menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali; dan pejabat senior pemerintah berada di Mon selama akhir pekan untuk meninjau daerah yang dilanda banjir dan mengunjungi para korban di kamp-kamp pengungsi, kata Kementerian Penerangan, Minggu.
“Upaya akan dilakukan untuk mencegah terulangnya bencana seperti itu melalui penggunaan sistem peringatan dan latihan respons”kata U Henry Van Thio.
“Melalui upaya pencegahan dan persiapan, efek dari bencana alam dapat dikurangi, mengurangi korban jiwa dan kerusakan properti. Bantuan dan pemulihan akan diberikan, seperti juga dukungan untuk pekerjaan rekonstruksi, ” kata wakil presiden.