16 Februari 2019•Update: 18 Februari 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Washington harus mempertimbangkan kembali strateginya di Afghanistan, kata Taliban pada Jumat di tengah peringatan 30 tahun penarikan pasukan Soviet dari negara itu.
Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, juru bicara Taliban Mohammad Suhail Shaheen mengatakan AS harus "membiarkan rakyat Afghanistan hidup damai, mandiri, dan membangun kembali negara mereka sendiri".
Shaheen menekankan Moskow sendiri sampai pada kesimpulan bahwa Afghanistan tidak dapat dikendalikan atau diduduki secara permanen.
Hal tersebut, kata Shaheen, adalah salah satu pilar dari proses perdamaian Afghanistan.
Shaheen lebih lanjut menekankan penyelesaian politik Afghanistan adalah "penarikan penuh semua pasukan asing dari Afghanistan dan pembentukan pemerintah Islam yang inklusif".
"Ada kesepakatan bahwa kantor politik Taliban di Doha harus dibuka secara resmi dan daftar hitam para anggota Taliban dihapus," ujar Shaheen.
Menurut Shaheen, pembebasan para tahanan Taliban akan mempercepat proses perdamaian dan menciptakan suasana kepercayaan di Afghanistan.
Awal pekan ini, Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan Zamir Kabulov mendukung penghapusan sanksi terhadap Taliban untuk memudahkan mereka menghadiri perundingan damai.
Mengomentari pemilu mendatang, Shaheen mengatakan Taliban tidak percaya pada pemilu di bawah pendudukan.
Pada 15 Februari 1989, pasukan Soviet yang menduduki Afghanistan selama satu dekade resmi mundur setelah lebih dari 15.000 prajurit tewas dalam 10 tahun terakhir.
Perang itu merupakan kebijakan tidak populer di Uni Soviet dan dianggap sebagai salah satu alasan utama di balik runtuhnya negara Soviet.