Maria Elisa Hospita
26 Desember 2018•Update: 26 Desember 2018
Anees Suheil Barghouti
YERUSALEM
Setengah dari warga Israel tidak menginginkan Benjamin Netanyahu tetap menjabat sebagai perdana menteri berikutnya.
Hasil survei dari Otoritas Penyiaran Israel menunjukkan 37 persen warga Israel yakin Netanyahu memenangkan pemilihan umum pada 9 April mendatang. Namun, sebanyak 52 persen responden tak setuju dengan gagasan itu.
Sementara itu, mantan komandan militer Benny Gantz dan Yair Lapid, pemimpin Partai Yesh Atid, menempati urutan kedua yaitu 13 persen, dan diikuti oleh ketua Partai Buruh Avi Gabbay dengan 7 persen suara.
Survei juga menunjukkan bahwa partai Likud Netanyahu akan memenangkan 30 dari 120 kursi Knesset (parlemen Israel), sama halnya dengan pemilu tahun 2015, di mana Likud memenangkan 30 kursi.
Pada Senin, mitra koalisi Israel membubarkan parlemen dan menyerukan pemilihan umum lebih awal, setelah adanya perdebatan mengenai RUU wajib militer.
United Torah Judaism menyatakan akan keluar dari koalisi jika Knesset mendukung draf tersebut.
Seluruh warga negara Israel wajib menjalani wajib militer - tiga tahun untuk pria dan dua tahun untuk perempuan - kecuali anggota komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks.
Jumlah kaum Yahudi Ultra-Ortodoks mencapai sekitar 10 persen dari total populasi Israel. Mereka cenderung hidup tertutup dalam lingkup komunitas dan sangat mematuhi hukum agama Yahudi.