Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Sena Guler
ANKARA
Korea Utara dan Korea Selatan mengadakan upacara peletakan batu pertama untuk proyek kereta api dan jalan raya antar-Korea, Rabu.
"Upacara dimulai di Stasiun Panmun di kota perbatasan Kaesong sekitar pukul 10 pagi dengan dihadiri pejabat tinggi dari dua Korea," kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan.
Sekitar 100 warga Korea Selatan, termasuk Menteri Transportasi Kim Hyun-mee dan Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon, tiba di stasiun menggunakan kereta api khusus sebelum upacara.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dari PBB, Cina, Rusia dan Mongolia.
“Upacara peletakan batu pertama dianggap sebagai peluncuran simbolis proyek jalan dan kereta api, bukan awal pembangunan yang sebenarnya, mengingat pembicaraan denuklirisasi yang masih berlangsung dan sanksi berlapis yang dijatuhkan kepada Korea Utara,” lapor Yonhap.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu pada 27 April yang diikuti dengan penandatanganan Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Penyatuan Semenanjung Korea.
Deklarasi ini menjadi landasan formal untuk denuklirisasi Korea Utara dan kesepakatan damai antara kedua negara.
Selama KTT pada September, Moon dan Kim menyetujui serangkaian inisiatif kerja sama, termasuk menghubungkan jalan dan kereta api, berusaha untuk bersama-sama menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 dan membangun fasilitas baru untuk reuni keluarga.