Dunia

Survei: Dua pertiga warga Inggris ingin masa transisi Brexit diperpanjang

64 persen responden setuju pemerintah harus mengajukan perpanjangan masa transisi, sementara 36 persen lainnya menginginkan periode transisi berakhir pada 31 Desember

Maria Elisa Hospita   | 30.03.2020
Survei: Dua pertiga warga Inggris ingin masa transisi Brexit diperpanjang Ilustrasi: Brexit. (Foto file - Anadolu Agency)

London, City of

Karim El-Bar

LONDON

Dua pertiga warga Inggris menginginkan perpanjangan masa transisi Brexit agar negara fokus pada penanganan wabah virus korona.

Survei itu dilakukan oleh kelompok kampanye pro-Uni Eropa Best for Britain dan kelompok kampanye antirasisme HOPE not Hate.

Sebanyak 64 persen orang Inggris setuju bahwa pemerintah harus mengajukan perpanjangan masa transisi, sementara 36 persen lainnya menginginkan periode transisi berakhir pada 31 Desember.

Berdasarkan kelompok usia, 78 persen responden yang berusia 18-24 tahun mendukung perpanjangan, dan 52 persen responden berusia 65 tahun mendukung hal yang sama.

"Tidak masuk akal untuk mengharapkan kita dapat mengikat negosiasi dengan Uni Eropa akhir tahun ini, sementara kita harus berurusan dengan keadaan darurat," ujar CEO Best for Britain Naomi Smith.

"Skema UE seperti Sistem Peringatan Dini dan Respons dan program pengadaan ventilator adalah sarana penting untuk menanggulangi krisis kesehatan masyarakat. Tenaga medis sudah melakukan pekerjaan yang fantastis, tetapi mereka tidak bisa melawan pandemi ini sendirian. Mereka membutuhkan semua bantuan yang ada," kata CEO HOPE not Hate Nick Lowles.

Pada Minggu, Departemen Kesehatan Inggris mengonfirmasi bahwa 127.737 orang sudah diuji, di mana 19.522 dinyatakan positif, dan 108.215 negatif.

"Hingga Jumat, lebih dari 1.200 orang meninggal dunia," papar departemen itu.

Virus korona atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19 pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada Desember.

Menurut Johns Hopkins University, sejauh ini, ada lebih dari 720.000 kasus Covid-19 di seluruh dunia, dan lebih dari 33.800 kematian. Sementara itu, lebih dari 149.000 pasien sudah dinyatakan pulih.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın