Laith Al-Jnaidi
27 Februari 2025•Update: 27 Februari 2025
ISTANBUL
Menteri Perminyakan Suriah Ghiath Diab pada Rabu meminta perusahaan minyak yang telah beroperasi di negara itu untuk kembali dan mengembangkan sektor energi.
"Kami yakin bahwa Suriah, dengan sumber dayanya yang melimpah dan tekad rakyatnya, akan mendapatkan kembali posisinya di sektor energi dan mengatasi semua kesulitan dan tantangan saat ini," kata dia kepada kantor berita negara SANA.
Diab menyambut baik keputusan terbaru Uni Eropa untuk mencabut sebagian sanksi terhadap Suriah.
Pada Senin, Uni Eropa menangguhkan sanksi yang dijatuhkan pada sektor energi dan transportasi Suriah serta menghapus Otoritas Penerbangan Sipil Suriah dan empat lembaga perbankan dari daftar entitas yang dikenai pembekuan aset dan pembatasan ekonomi.
Menteri Suriah mengatakan keputusan Uni Eropa tersebut “sejalan dengan perkembangan bersejarah yang terjadi di Suriah pasca jatuhnya rezim sebelumnya.”
"Pencabutan sanksi Uni Eropa merupakan langkah positif menuju pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan stabilitas di Suriah," tambahnya.
Sebagai tanggapan atas tindakan keras rezim Bashar al-Assad terhadap protes pro-demokrasi, Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), Inggris dan negara-negara lain memberlakukan pembatasan ketat terhadap Damaskus yang melumpuhkan ekonomi Suriah.
Sumber daya minyak negara ini terutama terletak di dua wilayah utama: timur laut, khususnya Al-Hasakah, dan timur, membentang di sepanjang Sungai Efrat hingga perbatasan Irak dekat Deir ez-Zor, dengan ladang minyak yang lebih kecil di selatan Raqqa.
Sementara itu, sumber daya gas sebagian besar ditemukan di wilayah tengah yang membentang ke arah Palmyra (Tadmur).
Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada 8 Desember, mengakhiri rezim Partai Baath, yang telah berkuasa sejak 1963.
Keesokan harinya, Ahmed al-Sharaa, pemimpin pemerintahan baru Suriah, yang diangkat sebagai presiden pada 29 Januari, menugaskan Mohammed Al-Bashir untuk membentuk pemerintahan guna mengawasi masa transisi Suriah.