Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Oktober 2018•Update: 15 Oktober 2018
Abdelraouf Arnaout
YERUSALEM
Perbatasan Quneitra antara Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dibuka kembali pada Senin setelah ditutup empat tahun lalu.
"Pembukaan perlintasan ini akan membantu menerapkan perjanjian pelepasan 1974 antara Israel dan Suriah, yang berfokus pada identifikasi zona penyangga dan wilayah bebas dari kekuatan militer antara kedua negara," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
"Pada tahap ini, penyeberangan hanya akan digunakan oleh pasukan PBB untuk menyeberang dari Israel ke Suriah dan sebaliknya," tambahnya.
Pada 2014, tentara Israel menutup perbatasan Quneitra dengan alasan keamanan.
"Ini adalah langkah positif dari Israel dan Suriah," kata Kobi Marom, seorang komandan Israel di daerah itu, sebagaimana dikutip oleh radio militer Israel.
"Tapi masih ada dua masalah umum yaitu kehadiran Iran dan risiko Hizbullah mulai membangun infrastrukturnya di Dataran Tinggi Golan," tambahnya.
Israel telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah sejak Perang Timur Tengah 1967.
Pada Senin, perbatasan Jaber-Naseeb antara Suriah dan Yordania dibuka kembali setelah ditutup selama tiga tahun.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011, ketika rezim Bashr al-Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tak terduga.