Muhammad Abdullah Azzam
18 Desember 2019•Update: 18 Desember 2019
Waleed Abdullah
TRIPOLI, Libya
Suara pengeboman artileri berat terdengar pada Rabu di selatan Tripoli, ibu kota Libya yang sedang dihantam oleh pasukan pro-Khalifa Haftar di Libya timur.
Sumber lokal mengatakan peluru mortir menghantam daerah Salahuddin di Tripoli selatan, serangan tersebut menyebabkan kerusakan material.
Hingga berita ini ditulis belum ada laporan tentang korban jiwa.
Serangan artileri yang menghantam wilayah Tripoli itu terjadi saat pasukan pro-komandan Haftar menembakkan serentetan roket ke wilayah perumahan di Tripoli, ungkap Pemerintahan Kesepakatan Nasional (GNA) yang berpusat di Tripoli.
Sementara itu, pasukan GNA mengatakan mereka telah menghancurkan kendaraan militer Haftar di distrik Yarmouk, selatan Tripoli.
Pada bulan April lalu, pasukan Haftar melancarkan operasi militer untuk mencaplok Tripoli dari pemerintahan yang diakui secara internasional, tetapi sejauh ini mereka gagal meraih kemajuan di wilayah pinggiran kota.
Namun, pada 12 Desember, Haftar mengumumkan ia telah memerintahkan pasukannya untuk bertempur demi merebut ibu kota itu.
Menurut data PBB, lebih dari 1.000 orang telah tewas sejak awal operasi tersebut dan lebih dari 5.000 terluka.
Sejak penggulingan almarhum pemimpin Muammar Gaddafi pada 2011, dua kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur yang didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan lainnya di Tripoli, yang mendapatkan pengakuan PBB dan masyarakat internasional.