Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 April 2020•Update: 13 April 2020
Hamdi Yildiz
TRIPOLI
Dua warga sipil tewas dalam serangan milisi panglima perang Khalifa Haftar ke pemukiman sipil di selatan ibu kota Libya, Minggu malam.
Pemerintah Kota Abu Selim mengatakan bahwa di Sidi Selim, seorang wanita terbunuh akibat serangan roket.
"Di Ain Zara, sebuah roket menghantam sebuah rumah dan satu anak tewas sementara empat warga sipil lainnya terluka," kata Dewan Darurat dan Penyelamatan di bawah Kementerian Kesehatan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dalam sebuah pernyataan.
Sebagai bagian dari langkah-langkah melawan virus korona (Covid-19), gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Maret. Meskipun demikian, milisi Haftar terus melanjutkan serangan mereka di ibu kota.
Pemerintah GNA meluncurkan "Operasi Badai Perdamaian" pada 26 Maret untuk menangkal serangan.
Negara Afrika Utara itu sejauh ini telah melaporkan 25 kasus positif Covid-19 dan satu kematian.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
GNA terus-menerus diserang oleh pasukan Haftar sejak April lalu, menewaskan lebih dari 1.000 orang.