Serangan Israel di Gaza selatan dan tengah tewaskan empat orang
Serangan udara Israel di Gaza selatan dan tengah menewaskan empat warga Palestina, termasuk tiga anggota kepolisian, serta melukai sejumlah lainnya
ISTANBUL/RAMALLAH
Sedikitnya empat warga Palestina, termasuk tiga polisi, tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza bagian selatan dan tengah, yang disebut melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Menurut sumber setempat, pesawat nirawak Israel menyerang pos polisi di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat Kota Khan Younis, Gaza selatan. Tiga polisi dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Jenazah korban bersama sejumlah warga yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Nasser.
Serangan terpisah juga dilaporkan terjadi di dekat pusat kepolisian di pintu masuk Kamp Pengungsi Al-Bureij, Gaza tengah. Satu orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Dalam kedua serangan itu, sejumlah warga Palestina lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Pembatasan akses ke Yerusalem
Sementara itu, tentara Israel dilaporkan mengerahkan banyak personel di sejumlah titik yang mengelilingi Yerusalem sejak pagi hari.
Ribuan warga Palestina dari Tepi Barat berkumpul di pos pemeriksaan Qalandia untuk menuju Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Jumat kedua bulan Ramadhan.
Namun, banyak dari mereka dilaporkan ditolak masuk ke Yerusalem meski memiliki izin.
Seorang warga Palestina, Jawdat Ceradat, mengatakan ia datang dari Ramallah dan memiliki izin, tetapi tetap ditolak di pos pemeriksaan.
“Saat saya menunjukkan izin, tentara Israel mengatakan saya dilarang masuk tanpa menjelaskan alasannya. Saya berusia 65 tahun, tetapi tetap tidak diizinkan. Saya hanya ingin shalat di Masjid Al-Aqsa,” katanya.
Warga lainnya, Necati Uveyda dari Al-Khalil, juga menyatakan hal serupa. Ia mengatakan meski memiliki izin, dirinya tetap diminta kembali dan tidak diizinkan memasuki Yerusalem.
Seorang perempuan Palestina, Maryam Ramadan, juga mengaku ditolak saat tiba di pos pemeriksaan. Ia mengatakan hanya ingin menunaikan shalat di Masjid Al-Aqsa.
Pembatasan terhadap warga Tepi Barat
Sejak pendudukan 1967, Israel secara de facto memisahkan Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Warga Palestina di Tepi Barat hanya dapat memasuki Yerusalem Timur dengan izin khusus dari otoritas Israel.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan terhadap akses ke Masjid Al-Aqsa semakin diperketat, terutama selama bulan Ramadhan.
Otoritas Israel tahun ini mengumumkan hanya 10.000 warga Palestina dari Tepi Barat yang diizinkan mengunjungi Masjid Al-Aqsa, dengan syarat izin khusus.
Izin tersebut hanya berlaku bagi pria berusia di atas 55 tahun, perempuan di atas 50 tahun, serta anak-anak di bawah 12 tahun yang datang bersama kerabat tingkat pertama.
Hamas dalam pernyataan tertulisnya menyebut serangan Israel di Gaza menunjukkan ketidakpedulian terhadap upaya mediasi dan peran Dewan Perdamaian.
Kelompok itu menuduh Israel terus melanjutkan perang dan menyatakan bahwa pernyataan negara-negara penjamin gencatan senjata belum terlihat dampaknya di lapangan.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel dilaporkan terus terjadi hampir setiap hari. Data terbaru menyebutkan 618 orang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
