Maria Elisa Hospita
27 Desember 2018•Update: 28 Desember 2018
Adel Abdel-Rahim
KHARTOUM
Suasana tenang akhirnya meliputi Sudan, setelah aksi protes berlangsung selama satu pekan di seluruh penjuru negeri.
Lewat sebuah pernyataan, juru bicara Kepolisian Sudan Mayor Jenderal Hashim Ali Abdul-Rahim, mengatakan bahwa suasana kondusif di 18 provinsi - termasuk ibu kota, Khartoum - sudah tercapai.
"Tidak ada kerusuhan atau aksi protes lagi hari ini," ungkap dia pada Rabu.
Sejak gelombang protes dimulai pada 19 Desember, sedikitnya delapan orang tewas di beberapa provinsi Sudan.
Pada Senin, Presiden Sudan Omar al-Bashir - yang berkuasa sejak tahun 1989 - berjanji untuk melakukan reformasi ekonomi di tengah meningkatnya aksi protes atas kenaikan harga dan krisis bahan pokok.
Sudan yang berpenduduk 40 juta jiwa telah berjuang untuk pulih setelah kehilangan tiga perempat dari produksi minyaknya pada 2011, yaitu saat Sudan Selatan mendeklarasikan kemerdekaan.
Amerika Serikat mulai memberlakukan embargo ekonomi di Sudan pada 1997 karena alasan teror, kemudian berjanji untuk mencabutnya pada Januari mendatang.