Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 April 2019•Update: 12 April 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sekelompok senator bipartisan mengajukan resolusi untuk mengakui peristiwa 1915 di Armenia sebagai genosida, Rabu.
"Genosida Armenia adalah fakta sejarah dan bukan untuk diperdebatkan. Dengan resolusi ini, kami menghormati jutaan korban genosida, mengingat bagaimana mereka mati dan berjanji bahwa sejarah akan secara akurat mengingat kematian mereka," kata Senator Robert Menendez, yang memperkenalkan resolusi tersebut bersama Senator Ted Cruz.
Kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur pada 1915 terjadi ketika sejumlah pihak memihak Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman.
Pemindahan warga Armenia berikutnya juga menimbulkan banyak korban.
Ankara tidak menerima tuduhan genosida itu, tetapi mengakui adanya korban di kedua pihak selama peristiwa Perang Dunia I.
Turki menolak penyebutan insiden itu sebagai genosida, tetapi menggambarkan peristiwa 1915 sebagai tragedi bagi kedua belah pihak.
Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia serta para pakar internasional untuk menyelesaikan masalah ini.
Tidak jelas kapan resolusi itu akan disahkan, tetapi upaya sebelumnya pada 2014 terhenti dengan resolusi tidak pernah mencapai persetujuan penuh Senat.
Selain Cruz dan Menendez, resolusi tahun ini mendapat dukungan dari 14 lebih senator di majelis beranggotakan 100 orang.