Muhammad Nazarudin Latief
30 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Kontak senjata di Kota Shariff Saydona Mustapha, Maguindanao sejak Kamis pekan lalu menewaskan sembilan orang yang diduga merupakan militan Bangsamoro Islamic Freedom Fighters, ujar Angkatan Bersenjata Filipina (Armed Forces of the Philippines/AFP) Selasa.
Komando Mindanao Barat (Westmincom) mengatakan personil Divisi Infanteri ke-6 Angkatan Darat kembali menewaskan sembilan anggota BIFF pada Senin, seperti diberitakan Philstar.
Mereka adalah pengikut Abu Toraife, yang bernama asli Abdulmalik Esmael, pemimpin nomor satu dari tiga faksi BIFF.
Pejabat Barangay di Provinsi Maguindanao dan Cotabato Utara yang berdekatan mengidentifikasi tujuh dari sembilan yang tewas sebagai Abdul Mosaiden, Mohammad Sakar, Hamid Ekal, Maula Samad, Esmail Kagui Malang, Muner Akbal dan Musanep Kabelan.
Sumber mengatakan dua lainnya yang diduga teroris BIFF hanya dikenal sebagai Arum dan Kused.
Dari enam tersangka yang tewas tiga hari sebelumnya, empat di antara mereka diidentifikasi sebagai Oman, Andok, Taleng dan Kasim terbunuh dalam pertemuan tiga hari sebelumnya.
Westmincom mengatakan operasi terhadap BIFF telah dikoordinasikan dengan komite gencatan senjata Front Pembebasan Islam Moro.
Letkol Roberto Breboneria, juru bicara Divisi Infanteri ke-6, mengatakan operasi di kota-kota di sepanjang Delta Liguasan bertujuan menetralisir para pembuat bom BIFF yang ingin terlibat dalam pemboman mematikan di Mindanao Tengah.