Maria Elisa Hospita
16 April 2019•Update: 17 April 2019
Walid Abdullah
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB pada Senin mengumumkan bahwa sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan meletus di sekitar Tripoli awal bulan ini.
Data itu diumumkan saat konferensi pers gabungan para menteri GNA, termasuk Menteri Luar Negeri Mohamed Sayala.
Sayala mengatakan sekitar 400 orang terluka sejak pertempuran sengit itu meletus.
Sejak 4 April, Khalifa Haftar, pemimpin pasukan yang mendukung pemerintah yang berbasis di Libya Timur, meluncurkan kampanye militer untuk menguasai Tripoli, di mana markas GNA berada.
"Kehidupan warga sipil di Tripoli terancam karena jadi sasaran serangan udara dan penggunaan senjata yang dilarang secara internasional," kata Sayala.
Dia juga mengungkapkan bahwa pasukan pro-Haftar telah merekrut tentara anak di barisan mereka.
Menurut Sayala, kementeriannya telah menyerahkan laporan "pelanggaran" yang dilakukan oleh pasukan pro-Haftar kepada Dewan Keamanan PBB.
Sejak mendiang Presiden Muammar Gaddafi tahun 2011 digulingkan, dua kursi kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya: satu di Libya timur; dan satu lagi di Tripoli.