Muhammad Abdullah Azzam
17 Juni 2020•Update: 18 Juni 2020
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia pada Selasa mengatakan keputusan NATO memberikan Ukraina peningkatan status mitra dalam aliansi tidak "berkontribusi pada penguatan keamanan dan stabilitas di Eropa."
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Moskow memperhatikan langkah NATO meningkatkan peluang kemitraan untuk dialog dan kerja sama dengan Ukraina.
"Kami selalu mengamati dengan cermat pendekatan infrastruktur militer NATO ke perbatasan kami, dan kami terpaksa mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan keamanan kami sendiri dalam hal ini," kata Peskov.
Status 'peluang kemitraan yang ditingkatkan' memberikan peluang yang lebih luas kepada Ukraina untuk mengakses program-program NATO dalam meningkatkan kompatibilitas militer, latihan, dan memperluas peluang pertukaran informasi, kata juru bicara NATO Oana Lungescu dalam sebuah pernyataan.
Namun, status itu tidak menandakan keputusan apa pun tentang masalah keanggotaan NATO Ukraina, ungkap Lungescu.
Keputusan itu disambut oleh Kiev.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba berterima kasih kepada aliansi dan menekankan bahwa negaranya dan NATO akan mendapatkan manfaat dari kerja sama serta akan memperkuat satu sama lain.
Ukraina menjadi negara keenam yang diberikan status mitra khusus, setelah Georgia, Yordania, Australia, Finlandia, dan Swedia.