Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 September 2020•Update: 23 September 2020
Zehra Nur Duz
ANKARA
Raja Bahrain memuji kesepakatan normalisasi yang ditandatangani antara negaranya dan Israel di Washington baru-baru ini, lansir Kantor Berita resmi Bahrain.
"Penandatanganan deklarasi yang mendukung perdamaian adalah langkah bersejarah yang signifikan menuju pencapaian perdamaian komprehensif di Timur Tengah," kata Hamad bin Isa Al Khalifa pada pertemuan kabinet mingguan, Senin.
Al Khalifa mengatakan kesepakatan tersebut adalah langkah bersejarah untuk mewujudkan kerinduan masyarakat kawasan akan keamanan dan stabilitas.
Deklarasi tersebut sejalan dengan visi Bahrain untuk mencapai perdamaian komprehensif sebagai pilihan strategis,” kata Al Khalifa.
Dia menegaskan kembali sikap teguh Bahrain mengenai perjuangan Palestina dan menegaskan komitmennya untuk mencapai solusi dua negara berdasarkan inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002.
Komentar Al Khalifa muncul beberapa hari setelah Israel secara resmi menandatangani perjanjian dengan perwakilan Bahrain dan UEA dalam upacara yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel setelah Mesir pada 1979, Yordania pada 1994 dan UEA pada Agustus.
Otoritas Palestina yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas dan faksi-faksi perlawanan mengecam perjanjian itu, mengatakan mereka tidak melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.