Muhammad Abdullah Azzam
03 April 2019•Update: 04 April 2019
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany, Zeynep Tüfekçi, Hacer Başer
DOHA
Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammad bin Abdurrahman Al-Thani mengungkapkan bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis Teluk adalah bertemu di "meja perundingan".
Kantor berita resmi Qatar, QNA melansir pernyataan Al-Thani saat berpidato di Universitas Georgetown di Doha bahwa blokade yang diberlakukan secara tidak adil terhadap Qatar adalah titik transformasi geopolitik di kawasan itu.
Al-Thani menekankan bahwa solusi dari krisis Teluk adalah dengan melakukan negosiasi dalam satu meja.
Menlu Qatar itu mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasikan kontribusi berharga dari masyarakat dengan keragaman mereka dan peran yang mereka mainkan dalam pembangunan Qatar.
Sejak musim panas 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir telah memberlakukan langkah-langkah hukuman terhadap Qatar, termasuk pemutusan hubungan diplomatik dan penerapan blokade ekonomi.
Koalisi yang dipimpin Saudi menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris regional, yang dibantah keras oleh pemerintah Doha.
Sejak krisis hubungan antar-Arab meletus, Kuwait telah berupaya menengahi apa yang disebut sebagai krisis politik terburuk dalam sejarah Teluk.