Elena Tesla
09 Oktober 2022•Update: 11 Oktober 2022
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu menuduh intelijen Ukraina melakukan "serangan teroris" di Jembatan Kerch.
Setidaknya tiga orang tewas dalam ledakan pada hari Sabtu di jalan dan perlintasan kereta api yang merupakan satu-satunya penghubung daratan Rusia dengan Krimea, semenanjung Ukraina yang dicaplok secara ilegal pada tahun 2014.
“Tidak ada keraguan bahwa ini adalah serangan teroris yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Federasi Rusia,” kata Putin dalam pertemuan dengan Alexander Bastrykin, kepala Komite Investigasi Rusia.
Dia mengatakan "layanan khusus Ukraina" adalah "penulis dan pelaku" ledakan itu.
Bastrykin mengatakan para penyelidik telah menemukan bukti keterlibatan Ukraina, menambahkan bahwa beberapa warga negara Rusia dan warga negara "negara asing" membantu intelijen Ukraina dalam serangan itu.
Ledakan itu sedang diselidiki sebagai kasus terorisme, kata Bastrykin kepada Putin.
Sementara Kyiv belum secara eksplisit mengklaim bertanggung jawab, beberapa pernyataan dari pejabat tinggi Ukraina beberapa jam setelah serangan pada hari Sabtu menunjukkan kemungkinan itu, termasuk satu pernyataan dari ajudan presiden Mykhailo Podolyak, yang mengatakan ledakan itu hanyalah “permulaan.”