KYIV, Ukraina
Ukraina tidak dapat memenuhi ultimatum Moskow, karena itu hanya mungkin terjadi jika rakyat Ukraina dihancurkan, kata presiden negara itu Volodymyr Zelenskyy pada Senin.
"Ukraina tidak bisa menerima ultimatum Rusia. Satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah memusnahkan kita semua," kata Zelenskyy dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiar publik Ukraina, Suspilne.
“Kita tidak bisa melepaskan Kharkiv, Mariupol, Kyiv. Baik rakyat Kharkiv, Mariupol, atau Kyiv maupun saya, presiden, tidak dapat melakukan itu,” tambah dia, mengacu pada kota-kota Ukraina yang terkepung, termasuk ibu kota Kyiv.
Kemudian, Zelenskyy mengatakan keputusan akhir tentang hasil jalan tengah dalam negosiasi damai dengan Rusia hanya dapat dicapai dalam “referendum yang diikuti oleh semua orang Ukraina.”
Keputusan itu menyangkut jaminan keamanan dan wilayah yang diduduki sementara, termasuk masalah jaminan keamanan untuk Kyiv dan status Donbas dan Krimea, kata Zelenskyy kepada Suspilne.
Krimea dicaplok oleh Rusia pada 2014, sementara konflik dengan separatis yang didukung Rusia di Donbas telah merenggut sekitar 13.000 nyawa sejak saat itu, menurut angka PBB. Menjelang perang, Rusia mengakui dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina di Donbas sebagai “negara merdeka.”
Menurut perkiraan PBB, setidaknya 925 warga sipil telah tewas dan hampir 1.500 lainnya terluka di Ukraina sejak Rusia memulai serangannya terhadap tetangga baratnya pada 24 Februari.
Permusuhan juga telah mengusir 10 juta orang dari rumah mereka baik secara internal atau sebagai pengungsi di luar negeri, menurut badan pengungsi PBB.