Maria Elisa Hospita
23 Oktober 2020•Update: 23 Oktober 2020
Kola Olarewaju
MAIDUGURI, Nigeria
Presiden Nigeria mendesak muda-mudi yang menggelar protes di beberapa kota untuk mundur.
Mengenai aksi brutal polisi, Muhammadu Buhari mengatakan bahwa oknum pengacau telah menyusup di antara para demonstran dan membuat kericuhan dengan merusak properti publik dan pribadi.
"Nyawa manusia melayang, tindakan kekerasan seksual telah dilaporkan, dua fasilitas lembaga kemasyarakatan diserang, properti publik dan pribadi dirusak, narapidana dibebaskan," kata presiden di Twitter.
Dia juga mengatakan pemerintah telah mendengar tuntutan para pengunjuk rasa untuk membubarkan unit polisi Pasukan Khusus Anti-Perampokan (SARS).
Buhari juga mengumumkan bahwa dia telah mengarahkan Komisi Gaji, Pendapatan, dan Upah Nasional untuk mempercepat penyelesaian struktur gaji baru anggota Kepolisian Nigeria dan insentif lainnya.
"Pemerintah mengakui hak warga untuk melakukan aksi protes tetapi jangan sampai melanggar hak orang lain. Saya mengimbau para demonstran untuk menghentikan aksi dan melibatkan pemerintah dalam mencari solusi yang konstruktif," kata dia lagi.
Protes massal, yang dimulai dua pekan lalu di ibu kota komersial, Lagos, berubah jadi ricuh.
Menurut surat kabar The Sun, sedikitnya lima orang tewas selama bentrokan.
Para pengunjuk rasa menyerang kantor polisi, membebaskan narapidana di dua fasilitas penjara, dan membakar sebuah stasiun televisi terkemuka.