MEXICO CITY
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengecam intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, seraya menegaskan bahwa Meksiko menolak segala bentuk campur tangan asing di kawasan Amerika Latin.
Dalam jumpa pers pagi pada Senin (5/1), Sheinbaum menegaskan penolakan “tegas dan kategoris” terhadap intervensi dalam urusan internal negara lain.
Ia menyebut posisi tersebut sejalan dengan Konstitusi Meksiko maupun Piagam PBB. “Sejarah Amerika Latin menunjukkan dengan jelas bahwa intervensi tidak pernah membawa demokrasi, kesejahteraan, atau stabilitas yang berkelanjutan,” katanya.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangkaian serangan udara di Caracas pada Sabtu yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 80 orang. Menteri Luar Negeri Meksiko Juan Ramon de la Fuente turut mengkritik tindakan Washington dan mengecam apa yang ia sebut sebagai sikap pasif PBB, yang menurutnya gagal merespons tindakan sepihak terhadap negara berdaulat.
Sheinbaum juga menanggapi pernyataan Trump yang menyebut Meksiko dan Kolombia sebagai kemungkinan target operasi AS selanjutnya dengan alasan perang terhadap narkoba. Trump bahkan menuding Sheinbaum “takut kartel” dan menyiratkan kemungkinan intervensi militer di Meksiko.
Sheinbaum menegaskan kemungkinan seperti itu “tidak realistis”. Ia mengatakan pemerintahannya telah berulang kali menolak gagasan Trump untuk mengizinkan militer AS masuk ke wilayah Meksiko. “Kami sudah menyatakan dengan sangat tegas: tidak. Karena kami mempertahankan kedaulatan kami, dan karena hal itu tidak diperlukan,” ujarnya.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
