Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Alaattin Dogru
DAKAR, Senegal
Presiden Ali Bongo kembali ke Gabon pada Senin setelah tiga bulan menjalani perawatan medis dan menghadapi upaya kudeta yang gagal di negaranya, lansir media lokal.
Bongo meninggalkan ibu kota Maroko, Rabat, pada Selasa untuk menghadiri upacara pengambilan sumpah pemerintahan baru yang ditunjuknya akhir pekan lalu.
Dia akan kembali ke Rabat karena alasan medis setelah menghadiri upacara dan rapat kabinet.
Seminggu sebelumnya, pemerintah Gabon mengatakan bahwa pihaknya berhasil menggagalkan upaya kudeta.
Juru bicara pemerintah Guy-Bertrand Mapangou mengatakan kepada wartawan bahwa para tentara yang secara singkat mengambil alih stasiun radio nasional telah ditangkap.
November lalu, Pemerintah Gabon mengumumkan bahwa presiden menderita kelelahan dan vertigo sejak dia menghadiri acara investasi di Arab Saudi pada bulan.
Bongo meninggalkan Arab Saudi, di mana dia tinggal selama sebulan dan menerima perawatan medis karena adanya kelainan kesehatan, lansir Saudi Press Agency pada 29 November.
Dia pergi ke Maroko atas undangan Raja Mohammed VI untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut dan kemudian dipulangkan dari rumah sakit pada 6 Desember.
Bongo (59) menjadi Presiden Gabon melalui pemilihan umum yang diadakan setelah kematian ayahnya, Omar Bongo, pada 2009, yang telah memerintah negara itu selama 41 tahun.
Gabon telah didera kekerasan sporadis sejak pemilihan umum 2009, yang hasilnya dipertanyakan oleh oposisi politik negara itu.
Selama 50 tahun terakhir, keluarga Bongo telah mendominasi Gabon, di mana sepertiga penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan meskipun negara itu memiliki kekayaan mineral yang sangat sangat besar.