Dunia

Prancis sebut siap turun tangan jika integritas Turki diserang

Hubungan Prancis-Turki memasuki 'fase pemulihan', setelah pertemuan Macron dan Erdogan, kata menlu Prancis

Sena Güler   | 19.06.2021
Prancis sebut siap turun tangan jika integritas Turki diserang Bendera kebangsaan Prancis.. ( Yusuf Özcan - Anadolu Agency )

Ankara

NICE, Prancis

Prancis siap melakukan intervensi sebagai mitra NATO dengan syarat timbal balik “jika Turki diserang integritasnya,” kata menteri luar negeri Prancis pada Jumat.

Hubungan antara Paris dan Ankara telah memasuki “fase pemulihan,” kata Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian dalam sebuah wawancara dengan saluran lokal, BFMTV.

Pernyataan Le Drian itu muncul setelah pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan sejawatnya dari Prancis Emmanuel Macron pada Senin di Brussels di sela-sela KTT NATO.

Menyambut dimulainya kembali dialog antara kedua negara, menteri Prancis mengatakan dia juga hadir di beberapa bagian pembicaraan antara kedua pemimpin.

Dia mengatakan "gencatan senjata verbal" telah disepakati oleh Prancis dan Turki.

Mengenai isu Suriah dan Libya, Le Drian mengatakan kedua negara akan mulai bekerja sama khususnya pada masalah Libya, terkait milisi [Haftar].”

Dia mengatakan Paris dan Ankara juga akan bekerja sama di Suriah di mana kita terkadang memiliki kepentingan yang bertentangan dan juga kepentingan bersama.

Menteri Prancis itu mengatakan bahwa dia ingin masalah tentang Mediterania Timur dan Siprus ditangani.

Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Prancis Ali Onaner yang diwawancarai di Radio Antenna Sud, menekankan bahwa “dialog kedua negara dilanjutkan dari 2 Maret, ketika kedua presiden berbicara melalui konferensi video setelah masa-masa ketegangan.”

Onaner mencatat bahwa ketegangan hubungan antara Prancis dan Turki mulai mereda.

Meski menjadi sekutu NATO, Prancis dan Turki telah mengalami konfrontasi dan berada di pihak yang berlawanan dalam konflik di Suriah, Mediterania Timur, Libya, dan Kaukasus.

Pembelian rudal S-400 Rusia oleh Turki, yang tidak dapat diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan NATO, telah menimbulkan kekhawatiran di antara anggota NATO.

Kebijakan Islamofobia di Prancis juga berdampak negatif terhadap hubungan kedua negara.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın