Nani Afrida
13 November 2019•Update: 13 November 2019
Davut Demircan
PARIS
Prancis pada Selasa menyatakan ingin melanjutkan dialog dengan Turki terkait situasi di Suriah dalam konteks perang melawan Daesh / ISIS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Agnes von Der Muhll mengeluarkan pernyataan terkait teroris Daesh / ISIS asal Prancis yang akan dikirim pulang oleh Turki.
Menurut pernyataan itu, isu tentang teroris Daesh adalah masalah keamanan utama bagi Prancis dan Turki dan akan menjadi agenda pertemuan menteri Koalisi Global Melawan Daesh yang akan diadakan di Washington, D.C. pada 14 November besok.
"Saya kembali mengingatkan bahwa Presiden [Emmanuel] Macron sudah bersedia mengadakan pertemuan dengan pemimpin Jerman, Inggris dan Turki.
"Dalam perang melawan Daesh yang telah berlangsung selama beberapa tahun, Prancis dan Turki telah berhati-hati untuk berkoordinasi erat dalam kasus-kasus ketika warga negara Prancis yang terhubung dengan Daesh ditemukan di wilayah Turki, di bawah kendali pemerintah Turki," kata pernyataan itu.
Muhll menambahkan bahwa koordinasi ini masih berlaku.
Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengatakan di radio Inter Prancis bahwa Turki dan Prancis memiliki perjanjian mengenai deportasi teroris dan mengklaim bahwa Prancis tidak tahu soal pengembalian teroris Daesh / ISIS asal Prancis oleh Turki.
Media Prancis juga melaporkan bahwa Turki akan mengirim 11 teroris Daesh / ISIS asal Prancis untuk kembali ke negaranya.
Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan Senin bahwa Turki sudah mulai mengekstradisi teroris Daesh / ISIS yang ditangkap ke negara asal mereka.