Servet Günerigök
28 April 2021•Update: 29 April 2021
Kasim Ileri
WASHINGTON
Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pertemuan yang direncanakan pada Juni antara presiden Amerika Serikat dan Turki adalah pertanda baik untuk menyelesaikan perselisihan.
Berbicara pada pertemuan virtual lembaga kebijakan American Enterprise Institute pada Selasa, Jenderal Kenneth McKenzie menyebut Turki sebagai mitra lama dan mitra NATO yang berharga.
Dia juga mengatakan bahwa AS dan Turki terikat pada Pasal 5 dalam NATO.
Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap serangan bersenjata terhadap salah satu anggota aliansi NATO adalah serangan terhadap mereka semua.
Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan apakah peningkatan kemampuan militer Turki, terutama di bidang drone, akan mengguncang dinamika regional.
Sang komandan mengatakan Turki memiliki masalah keamanan nasional yang sah terkait dengan perbatasannya dengan Suriah dan Irak dan AS juga mengakui itu.
"Jadi, Anda tahu apa yang kami coba lakukan dengan Turki adalah kami memaksimalkan wilayah di mana kami dapat menemukan kesepakatan," kata McKenzie.
"Anda masih bisa berteman, bahkan jika Anda tidak setuju. Ada beberapa hal yang tidak kami setujui. Jadi menurut saya pertanda baik adalah fakta bahwa kedua presiden akan berbicara di KTT NATO, saya pikir akan muncul di pertemuan berikutnya. sebulan atau lebih, dan saya pikir itu langkah maju yang positif," tambah dia.
The meeting between Joe Biden and Recep Tayyip Erdogan will take place on the sidelines of the June 14 NATO leaders summit in Brussels, Belgium and will be used "to discuss the full range of bilateral and regional issues," according to the White House.
Pertemuan antara Joe Biden dan Recep Tayyip Erdogan akan berlangsung di sela-sela KTT para pemimpin NATO 14 Juni di Brussel, Belgia dan akan digunakan untuk membahas berbagai masalah bilateral dan regional.
*Servet Gunerigok berkontribusi pada berita ini