Muhammad Abdullah Azzam
07 Oktober 2020•Update: 07 Oktober 2020
Magda Panoutsopoulou
ATHENA
Yunani menyambut baik langkah pertama Turki untuk menurunkan ketegangan di Mediterania Timur dan "selalu siap untuk berdialog", ungkap Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis pada Selasa.
Mitsotakis bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Athena untuk membahas perkembangan terbaru di Mediterania Timur dan mekanisme penyelesaian konflik untuk mengurangi ketegangan antara kedua sekutu NATO tersebut.
“Kami jelas sudah mendiskusikan semua yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Mediterania Timur, hal-hal yang mengancam perdamaian, stabilitas, dan kepaduan NATO sendiri,'' kata Mitsotakis pada konferensi pers bersama di Maximos Mansion, kantor Perdana Menteri Yunani.
"Ini bukan masalah bilateral. Ini menyangkut semua mitra pakta Atlantik Utara dan merupakan tantangan bagi Eropa secara keseluruhan," kata PM Yunani itu.
Yunani "berkomitmen untuk tidak melakukan ancaman atau penggunaan kekerasan" sebagaimana diatur dalam perjanjian pendiri yang ditandatangani di Washington, tambah dia.
"Kami mengharapkan tanggal segera untuk dimulainya negosiasi eksplorasi dengan satu-satunya masalah penyelesaian zona di Aegea dan Mediterania Timur".
Mitsotakis juga menekankan bahwa perlunya membangun jalur komunikasi langsung 24 jam antara staf militer dari kedua negara.
Pada sesinya, Stoltenberg mencatat bahwa diskusi di Brussel di bawah kerangka NATO dan pembentukan mekanisme dekonflik adalah sikap yang "konstruktif", dan ini berarti jalur langsung untuk dialog 24 jam sehari untuk memfasilitasi de-eskalasi.
Stoltenberg mengucapkan selamat kepada para "sekutu" atas upaya ini dan mengatakan bahwa mekanisme tersebut dapat membantu menciptakan ruang bagi upaya diplomatik, sambil menambahkan bahwa harus ada semangat solidaritas antara sekutu di bawah hukum internasional.
"Yunani berada di garis depan perjuangan untuk mengatasi krisis pengungsi," ujar Stoltenberg.
Dia menyatakan dukungannya kepada otoritas Yunani dan Turki serta Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa (FRONTEX) dalam upaya ini, dan berterima kasih kepada Yunani atas semua upaya yang dilakukannya.
Stoltenberg mengunjungi Athena setelah dari Ankara pada Senin untuk memperkuat upaya kedua negara tetangga tersebut untuk membuka diskusi yang akan mencegah eskalasi lebih lanjut di Mediterania Timur.
-Ketegangan atas hak maritim di Mediterania Timur
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, terus menolak klaim batas maritim Yunani dan Siprus Yunani di wilayah tersebut, dan menekankan bahwa klaim yang berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara mengirim beberapa kapal bor dalam beberapa pekan terakhir untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, untuk menegaskan haknya di wilayah tersebut.
Para pemimpin Turki berulang kali menekankan bahwa Ankara mendukung penyelesaian semua masalah yang luar biasa di kawasan itu melalui hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, dialog, dan negosiasi.