Ayhan Şimşek
17 Desember 2021•Update: 20 Desember 2021
ANKARA
Turki pada Kamis mengungkapkan keprihatinan atas kegagalan Jerman menghukum kelompok sayap kanan yang melakukan kejahatan setelah pengadilan yang lebih tinggi menjatuhkan hukuman yang lebih ringan kepada tersangka utama neo-Nazi yang terlibat dalam pembunuhan yang menargetkan anggota komunitas Turki.
Pengadilan Federal Jerman memberikan hukuman penjara dua setengah tahun untuk Andre Emminger pada Rabu, meskipun jaksa menuntut hukuman 12 tahun, untuk dukungannya kepada kelompok teror neo-Nazi, NSU.
"Keputusan ini semakin memperkuat persepsi bahwa kejahatan rasis dan xenofobia tidak dihukum secara semestinya dan tidak ada niat untuk menyelidiki dan mengungkap dimensi sebenarnya dari kelompok NSU," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan keputusan itu telah mengecewakan anggota keluarga para korban dan merusak kepercayaan pada sistem peradilan.
“Keputusan ini menunjukkan bahwa Jerman harus menanggapi ancaman rasisme, xenofobia, dan Islamofobia dengan lebih serius,” tambah Bilgic.
Kelompok neo-Nazi NSU membunuh delapan imigran Turki, seorang warga Yunani, dan seorang polisi wanita Jerman antara tahun 2000 dan 2007, tetapi pembunuhan itu tetap tidak terpecahkan.
Selama bertahun-tahun, polisi dan dinas intelijen Jerman mengesampingkan motif neo-Nazi atas pembunuhan tersebut dan malah memperlakukan keluarga imigran sebagai tersangka, menanyai mereka atas dugaan hubungan dengan kelompok mafia dan pengedar narkoba.
Publik Jerman pertama kali mengetahui keberadaan NSU dan perannya dalam pembunuhan pada 2011 ketika dua anggota kelompok tersebut melakukan bunuh diri setelah perampokan bank yang gagal.
Polisi menemukan bukti di apartemen mereka, menunjukkan bahwa mereka berada di balik pembunuhan.
Satu-satunya anggota kelompok yang masih hidup, Beate Zschaepe dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Tinggi Regional Munich pada 2018, setelah persidangan selama lima tahun.
Pengadilan memberikan hukuman yang lebih ringan kepada empat tersangka lainnya, yang memberikan dukungan kepada kelompok teroris.
Kelompok neo-Nazi melakukan pembunuhan, serangan bom, dan perampokan di sejumlah kota Jerman antara tahun 2000 dan 2011, yang menargetkan sebagian besar pemilik usaha kecil Turki.
Banyak pakar saat ini membantah klaim bahwa NSU hanyalah “sel terisolasi” seperti yang diklaim oleh pihak berwenang, dan menggarisbawahi bahwa NSU pasti memiliki hubungan dengan jaringan neo-Nazi yang lebih besar di seluruh negeri.