Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
10 Januari 2020•Update: 12 Januari 2020
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Kamis mengatakan pesawat Ukraina yang jatuh dan menewaskan 176 orang kemungkinan jatuh karena kesalahan rudal Iran.
Pada sebuah konferensi pers, Trudeau mengkonfirmasi laporan intelijen dari berbagai sumber yang mengarah pada kesimpulan itu, tetapi dia mengatakan hanya penyelidikan penuh dan kredibel yang dapat memastikannya.
"Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber, termasuk sekutu dan intelijen kami sendiri. Bukti menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal iran. Ini mungkin tidak disengaja," kata Trudeau.
Dia mengindikasikan bahwa kesimpulan tersebut akan mengejutkan keluarga yang datang segera setelah berita tentang jatuhnya pesawat.
"Berita itu tidak diragukan lagi akan mengejutkan keluarga yang berduka karena tragedi yang tak terkatakan ini," ujar Trudeau.
Namun perdana menteri mengatakan pemerintah tidak akan beristirahat sampai penyebab jatuhnya pesawat diketahui.
"Keluarga para korban dan semua warga Kanada menginginkan jawaban. Saya ingin jawaban. Itu berarti kesimpulan, transparansi, akuntabilitas dan keadilan. Pemerintah tidak akan beristirahat sampai kita mendapatkannya,” ungkap Trudeau.
Boeing 737-800 jatuh pada Rabu sesaat setelah lepas landas dari bandara Iran.
Sebagian besar penumpang adalah warga Iran dan Kanada - 63 orang - yang hendak menuju ibu kota Ukraina, Kiev.
Trudeau menolak menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas aksinya dalam pembunuhan Komandan Militer Iran Qassem Soleimani yang memicu Iran menembakkan rudal ke Irak sebagai pembalasan.
"Bukti menunjukkan bahwa inilah kemungkinan penyebabnya, tetapi kita perlu melakukan penyelidikan penuh, lengkap dan kredibel untuk menentukan apa yang terjadi," tutur dia.
Sementara itu, tim beranggotakan 45 orang dari Ukraina telah tiba untuk ikut serta dalam penyelidikan kecelakaan.