Barry Ellsworth
07 Juni 2018•Update: 08 Juni 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Presiden AS Donald Trump menuding Kanada 'membakar' Gedung Putih selama perbincangannya dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau lewat telepon.
Selama berdiskusi, seorang sumber dari Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa Trudeau bertanya kepada Trump bagaimana dia dapat menjadikan keamanan nasional sebagai alasan untuk menempatkan tarif pada baja dan aluminium Kanada.
Trump pun menjawab dengan mengatakan, "Bukankah kalian membakar Gedung Putih?"
Hingga saat ini, Gedung Putih belum menanggapi laporan itu secara resmi, sehingga tidak diketahui apakah pernyataan Trump itu hanyalah sebuah lelucon.
Selama Perang 1812, yang berlangsung hingga tahun 1815, pasukan Inggris membakar Gedung Putih pada 1814 sebagai pembalasan atas serangan Amerika ke York (sekarang Toronto), Ontario. Saat itu Kanada adalah koloni Inggris dan tidak berdiri sendiri hingga Konfederasi pada 1867.
Menurut sumber tersebut, Trudeau kesal bahwa AS menjadikan alasan keamanan sebagai pembenaran untuk memberlakukan pengenaan tarif dagang baru.
Beberapa hari yang lalu, Trudeau menyebut pengenaan tarif logam - 25 persen pada baja dan 10 persen pada aluminium - sebagai penghinaan.
Dia mengatakan pasukan Kanada dan Amerika telah "bertempur dan gugur bersama selama Perang Dunia II dan telah berdiri bahu-membahu di beberapa tempat paling sulit di dunia, yang selalu ada untuk satu sama lain", sehingga bagaimanapun ini adalah sebuah penghinaan.
Kanada menjadi tuan rumah pertemuan puncak G7 yang berlangsung pada Jumat di Quebec, dan Trump diperkirakan akan dihujani kritik karena menerapkan tarif pada sekutu-sekutu Amerika.